Altissima: Sudut antara dua tali busur

Selasa, 25 Januari 2022

Sudut antara dua tali busur

Hubungan Sudut antara Dua Tali Busur dengan Sudut Pusat


Pada pertemuan kali lalu kita telah membahas mengenai segiempat tali busur pada lingkaran. Pada pertemuan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai hubungan yang dapat terjadi diantara kedua tali busur. Sepasang tali busur dapat berada dalam posisi saling sejajar, tetapi dapat juga berpotongaan satu dengan yang lainnya. Ketika kedua tali busur berpotongan, maka akan terbentuk sudut pada titik perpotongan tersebut. Dua buah tali busur dapat berpotongan di dalam lingkaran ataupun dapat berpotongan di luar lingkaran pada perpanjangan tali busur tersebut. Nah... bagaimanakah kharakteristik dari sudut yang dibentuk dari perpotongan dua tali busur tersebut? Berikut penjelasannya.

hubungan di antara beberapa  tali busur pada lingkaran


A. Sudut pada dua tali busur yang berpotongan di dalam lingkaran

Perhatikan gambar berikut ini:



Tali busur AC berpotongan dengan tali busur BD pada lingkaran yang berpusat di O, Keduanya berpotongan di titik E. Kemudian perhatikan gambar berikut ini:
 

Pada gambar (i) nampak bahwa CBD merupakan sudut keliling dan COD merupakan sudut pusat. Keduanya menghadap busur yang sama yakni DC. Oleh karena itu terdapat hubungan:

CBD=12×COD ..... persamaan 1


Pada gambar (ii) nampak bahwa ACB merupakan sudut keliling dan AOB merupakan sudut pusat. Keduanya menghadap busur yang sama yakni AB. Oleh karena itu terdapat hubungan:

ACB=12×AOB ..... persamaan 2


Perhatikan BEC pada gambar (iii). Nampak bahwa BEC=180o(BCE+CBE) dan pada garis BD, sudut BEC merupakan sudut pelurus dari DEC. Sehingga berlaku

DEC=180oBEC=180(180o(BCE+CBE))=BCE+CBE ..... persamaan 3


Karena CBE=CBD dan BCE=ACB maka dari persamaan 1, persamaan 2 dan persamaan 3 berlaku

DEC=ACB+CBD=12×AOB+12×COD=12×(AOB+COD)


Dengan demikian kita dapat menentukan hubungan antara sudut yang terbentuk antara dua busur yang berpotongan dengan sudut pusatnya yakni

Besar sudut antara dua tali busur yang berpotongan di dalam lingkaran sama dengan setengah dari jumlah sudut-sudut pusat yang menghadap busur yang diapit oleh kaki-kaki sudut itu. 

DEC=12×(AOB+COD)

 

hubungan antara sudut pusat dengan sudut yang terbentuk
dari kedua tali busur yang berpotongaan di dalam lingkaran


B. Sudut antara dua tali busur yang berpotongan di luar lingkaran

Perhatikan gambar berikut ini:

Sudut yang terbentuk dari dua buah tali busur yang berpotongan di luar lingkaran

Pada gambar di atas nampak bahwa tali busur AB dan CD berpotongan di luar lingkaran pada titik E. Sudut AED merupakan sudut yang terbentuk dari perpotongan kedua tali busur tersebut. Untuk menentukan besarnya sudut AED, perhatikan langkah-langkah berikut ini:


Pada gambar (a) nampak bahwa BDE merupakan sudut keliling dan BOC merupakan sudut pusat. Keduanya menghadap busur yang sama yakni BC. Dengan demikian berlaku hubungan :
BDE=12×BOC ...... persamaan (*)

Pada gambar (b) nampak bahwa ABD merupakan sudut keliling dan AOD merupakan sudut pusat. Keduanya menghadap busur yang sama yakni AD. Dengan demikian berlaku hubungan :
ABD=12×AOD ..... persamaan (**)

Segitiga DBE pada gambar (c) memperlihatkan bahwa DBE=180o(BDE+BED)  dan pada garis AE, DBE merupakan pelurus dari ABD. Dengan demikian berlaku hubungan

ABD=180o(180o(BDE+BED))=BDE+BED ..... persamaan (***)

Karena BED=AED maka dari persamaan (***) diperoleh

ABD=BDE+BED=BDE+AED

Dari persamaan terakhir dan persamaan (*) serta persamaan (**)

ABD=BDE+AED

12×AOD=12×BOC+AED

AED=12×AOD12×BOC=12×(AODBOC)

dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa 

Besar sudut antara dua tali busur yang berpotongan di luar lingkaran sama dengan setengah dari selisih sudut-sudut pusat yang menghadap busur yang diapit oleh kaki-kaki sudut itu.

 AED=12×(AODBOC)

 

Hubungan sudut pusat dengan sudut yang dibentuk dari
dua buah tali busur yang berpotongan di luar lingkaran.




==== Selamat Belajar ====








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan lainnya

Aplikasi teori limit dalam menghitung Laju perubahan sesaat

Perubahan Rata-rata dan Perubahan Sesaat Sejauh ini kita telah mempelajari mengenai konsep dasar limit dan beberapa teorema di dalamnya. Pad...